Tiga Mitra Mandiri -Tentunya bagi sebagian dari Anda enginginkan rumah yang bernuansa alami bukan?

Tahukah kamu? Memasang lantai kayu di rumah memang mampu memberikan nilai tambah serta mempercantik rumah, di sisi lain lantai kayu juga bisa berbahaya bagi kesehatan. Pada banyak kasus, risiko kesehatan yang ditimbulkan lantai kayu berhubungan dengan produk lain di dalam proses instalasinya, seperti lem perekat dan penahan kelembapan.

Ada beberapa hal yang perlu kamu perhatikan terkait pemasangan lantai kayu dan risiko kesehatan yang ditimbulkannya, termaksud kanker, yuk sumak.

Pertumbuhan Jamur

Jamur pada lantai kayu adalah akumulasi dari spora jamur yang melayang di udara. Spora tersebut kemudian menetap di permukaan benda, termasuk lantai kayu. Apabila lantai kayu kamu tiba-tiba terasa sangat hangat dan lembab, bisa jadi lantai kayu rumahmu telah ditutupi jamur. Begitulah hasil penelitian yang dirilis oleh North Carolina State University Cooperative.

Spora jamur pada lantai kayu maupun permukaan benda lain sangat berbahaya bagi tubuh. Jika sampai terhirup dalam waktu yang lama, spora jamur berisiko menyebabkan iritasi paru-paru dan memicu asma. Menghilangkan jamur dari lantai kayu akan lebih mudah jika lantai tersebut telah benar-benar selesai diinstalasi dan diberi lem perekat. Kamu juga bisa melakukan furnishing.

Berhati-hatilah berjalan di atas lantai kayu yang telah dipenuhi jamur. Kalau kamu tidak sengaja menginjak jamurnya, maka setiap tempat yang kamu injak berpotensi terkontaminasi jamur. Selain itu, jamur pada lantai kayu juga menyebabkan ruam dan iritasi pada kulit.

Asap Lem Perekat

Sebagian besar lantai kayu dipasang menggunakan lem perekat khusus sebagai jangkar (anchor) papan kayu ke sub-lantai. Masalahnya, lem perekat ini berpotensi melepaskan uap dan asap berbahaya ke dalam rumah ketika lemnya sudah kering. Menurut Healthy House Institute, kemungkinan pelepasan uap ini akan terus berlanjut selama berbulan-bulan atau bertahun-tahun.

Untuk mencegahnya, sebaiknya kamu memilih lem perekat yang rendah atau tanpa bahan kimia yang mudah menguap. Biasanya, lem perekat jenis ini ditandai dengan simbol VOC. Dengan begitu, bahaya kesehatan yang disebabkan lantai kayu rumahmu dapat berkurang. Banyak juga loh tipe lantai kayu yang cukup direkatkan ke sub-lantai menggunakan staples atau paku. Jauh lebih baik daripada memakai lem perekat.

Formaldehida, Formalin Penyebab Kanker

Asap Formaldehida memiliki bau yang amat tajam dan mampu menimbulkan iritasi pada paru-paru, kulit, dan mata. The US Environmental Protection Agency melaporkan bahwa formalin jenis ini juga dapat menyebabkan kanker kalau terhirup dalam jangka waktu lama dan kontinu. Salah satu penyebab umum bahan kimia ini tersebar di dalam rumah adalah lantai kayu.

Lem perekat pada lantai kayu mudah melepaskan kandungan formalin, terutama saat lemnya telah kering. Lem perekat ini digunakan sebagai bahan aditif dalam proses finisihing beberapa produk kayu, juga pada instalasi lantai kayu sintetis (laminated). Untuk meminimalisir hal ini, sejumlah perusahaan manufaktur menawarkan produk lantai kayu yang bebas formaldehida. Jadi kamu bisa memperoleh lem perekat yang aman tersebut untuk lantai kayu rumahmu.

Debu Hasil Pengamplasan

Pengamplasan lantai kayu yang dilakukan di rumah  bisa berdampak kesehatanmu, loh. Proses pengamplasan tersebut biasanya akan melepaskan partikel kecil yang telah tercampur sejumlah bahan kimia. Situs WoodFloorDoctor.com pernah memperingatkan bahwa menghirup debu pengamplasan segala jenis lantai kayu berpotensi menyebabkan iritasi pada paru-paru. Bahan kimia yang terkandung di dalamnya bisa terserap dan mengalir dalam sistem peredaran darah. Sebisa mungkin hindari terpapar proses pengamplasan kayu secara langsung. Kalau tidak bisa dihindari, gunakan masker pelindung pernafasan.

Debu Kayu Sebagai Karsinogen

Debu pada lantai kayu umumnya dianggap sebagai karsinogen, yakni zat yang memicu pertumbuhan kanker. Sebagaimana dilansir oleh verywell.com, hasil dari 70 penelitian yang dilakukan pada tahun 2015 silam menunjukkan bahwa debu kayu mampu menyebabkan terjadinya kanker otak dan kanker leher.

Sedangkan dalam 10 penelitian lain yang dilakukan pada tahun yang sama memperlihatkan secara langsung bahwa paparan debu kayu dapat meningkatkan risiko kanker paru-paru. Orang-orang yang menghirup debu kayu dalam waktu yang lama setidaknya 20 persen lebih berpotensi terkena penyakit ini.

Penelitian lain di Kanada menunjukkan bahwa risiko terkena kanker paru-paru pada mereka yang terpapar debu kayu 40 persen lebih tinggi daripada mereka yang tidak.

Selain kanker, debu kayu telah dikenal lama menjadi penyebab beberapa penyakit. Hati-hati ya, lantai kayu kamu pun bisa memicu penyakit-penyakit berikut:

  • Ruam kulit (dermatitis). Health and Safety Executive (HSE) pernah menginformasikan bahwa paparan debu kayu dari 300 jenis pohon mampu menimbulkan ruam pada kulit.
  • Alergi pernapasan. Debu kayu dianggap sebagai salah satu dari 10 penyebaba asma di Inggris. Penting untuk dicatat, asma dapat menjadi faktor pemicu tumbuhnya sel-sel kanker.
  • Timbulnya gangguan pernapasan yang tidak terkait dengan alergi tertentu. Misalnya, gatal-gatal, hidung terasa kering, sinusitis, serta batuk-batuk.
  • Penurunan fungsi paru-paru dan gangguan pada sillia

 

Nah setelah menyimak tadi, Anda tidak perlu menghindari lantai kayu tetapi Anda harus memperhatikan proses pemasanganya, semoga bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: