Tiga Mitra Mandiri – Genteng / penutup atap berperan sangat penting. Bagian property rumah inilah yang berada paling luar dan berperan sebagai pelindung bangunan dan isi rumah dari sengatan sinar matahari dan guyuran air hujan. Oleh karena itu material penutup atap haruslah kuat dan tahan lama meski sering terkena sengatan panas dan guyuran hujan serta kencangnya hembusan angin. Terdapat beberapa jenis materal penutup atap yang umumnya digunakan untuk kepentingan konstruksi. Berikut jenis-jenisnya lengkap dengan kelebihan dan kekurangannya.

Genteng Terakota

Genteng yang satu ini berbahan dasar tanah liat. Pembuatannya pun dilakukan dengan menggunakan cara tradisional. Cara membuatnya yaitu tanah liat dipadatkan lalu dibentuk dan dibakar. Setelah itu genteng dijemur di bawah terik matahari. Kelebihan dari genteng terakota ini adalah bobotnya yang ringan dan harganya yang relatif murah. Sedang kekurangannya yaitu tidak beragamnya ukuran dan bentuknya.

Genteng keramik

Sesuai dengan namanya, genteng keramik terbuat dari bahan keramik yang mana bahan dasar yang digunakan untuk membuat genteng keramik berupa tanah liat. Hanya saja dalam proses pembuatannya, genteng ini mengalami proses fabrikasi. Alhasil, permukaan genteng lebih licin serta mengkilap. Tidak ada kekurangan dari genteng ini. kelebihan dari genteng keramik adalah genteng dapat memantulkan panas dengan sempurna karena permukaannya mengkilap dan licin. Kelebihan lainnya dari genteng keramik ini yaitu ukuran dan warnanya beragam, serta tingkat  presisinya juga beragam.

Genteng beton

Genteng beton saat ini sedang jadi tren. Ciri khas dari genteng beton adalah bentuk atapnya yang rata/ flat. Jenis genteng ini banyak diterapkan pada rumah-rumah berdesain minimalis modern. Adapun kelebihan dari genteng beton adalah warnanya variatif dan tersedia ukuran dalam bentuk besar sehingga pemilik rumah tidak perlu membeli banyak. Kekurangannya yaitu bobotnya berat serta tidak dapat memantulkan panas.

Genteng metal

Genteng metal tak lain adalah genteng berlapis baja ringan (kombinasi seng, silicon, dan aluminium). Genteng ini berbentuk lembaran bergelombang. Kekurangan dari genteng yang satu ini yaitu kualitas genteng yang tidak begitu baik, ringkih, dan mudah pecah atau melengkung jika terinjak. Daya serap terhadap sinar matahari pun tinggi sehingga rumah akan menjadi lebih panas. Sedang kelebihannya yaitu bobotnya yang ringan dan pemasangan yang praktis.

Genteng fiber

Genteng fiber dibuat dari kombinasi beberapa bahan seperti bahan penguat, semen, dan serat mineral fiber yang jika diproses akan menghasilkan material yang keras seperti beton. Bentuknya berupa lembaran dan dapat digunakan tak hanya untuk konstruksi atap saja, melainkan juga untuk konstruksi plafon dan dinding.

Genteng aspal

Genteng aspal disebut juga bitumen. Genteng ini tak sepenuhnya dari bahan aspal, akan tetapi hasil campuran antara aspal, bubuk kertas, resin, dan serat organik. Kelebihan dari genteng ini adalah bobotnya yang ringan dan lentur serta tahan air. Kekurangannya hanya satu: harganya mahal.

Setelah Anda membaca artikel di Tiga Mitra Mandiri tentang mengenal berbagai jenis genteng / penutup atap serta kelebihan dan kekuranganya, mungkin kami bisa membantu Anda untuk dekorasi serta kelengkapan furniture, untuk lebih detail ataupun pertanyaan-pertanyaan seputar furniture, bisa dengan tinggalkan komentar di kolom komentar bawah atau hubungan kami di:

TELP/WA/SMS : 082297788549 – 085719590037
Email : sales@tigamitramandiri.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

%d blogger menyukai ini: